Posts Tagged ‘sejarah’

Mesjid Al-Amin Muhammadiyah

26 November 2009

Mesjid Al-Amin Muhammadiyah di Kelurahan Wajo Kecamatan Betoambari Kota Bau-Bau.

Mesjid Al-Amin berdiri di atas tanah sumbangan masyarakat kelurahan Wajo Kecamatan Betoambari Bau-Bau. Pembangunan mesjid ini mendapat dukungan dari dana dari PP Muhammadiyah dan sumbangan masyarakat setempat. Bersamaan dengan pembangunan mesjid ini juga dibangun juga sebuah mesjid di Kelurahan Bukit Wolio Indah yang juga mendapatkan dukungan dana dari PP Muhammadiyah.

Pembangunan kedua mesjid ini dilaksanakan pada periode kepengurusan PDM Buton 1995-2000. Kegiatan pembangunan dilaksanakan oleh panitia yang tersiri dari : Drs. H. Syarifuddin Bone, S.H, M.H (Ketua), Abdul Gani Ali (Wakil Ketua), Drs. Muchlis (Wakil Ketua), Drs. Basuki (Sekretaris), Drs. Mahmud Bunarfa (Wakil Sekretaris), Subair, S.IP (Wakil Sekretaris), H. Edy

Mesjid Muhammadiyah Palatiga di Kelurahan Bukit Wolio Indah Kecamatan Wolio Kota Bau-Bau

Agussalim (Bendahara), Nuki Basir La Ewu, BA (Wakil Bendahara) dan Salyhin, S.Ag (anggota)

Informasi selengkapnya tentang pembangunan kedua mesjid ini dapat diperoleh dari Ketua Panitia Pembangunan Dr. H. Syarifuddin Bone, S.H., M.Si (Rektor UMB) saat ini.

Subair.

Iklan

Mesjid Da’watul Haq dan TK Aisiyah 2

26 November 2009

Mesjid Da'watul Haq Muhammadiyah berdiri di atas tanah wakaf H. Husein Akte Ikrar Wakaf No. 01 Tahun 1989 antara H. Husein dan Ketua PDM Buton dihadapan Pejabat Pembuat Akte Ikrar Wakaf Kecamatan Wolio Abdul Rahim/Nip 150 084 267.

Mesjid Da’watul Haq terletak di kelurahan Wangkanapi Kecamatan Wolio Kota Bau-Bau. Mesjid ini dibangun pada sekitar pertengahan tahun 1990 di atas tanah wakaf¬† H. Husein seluas 625 meter persegi ( 25m X 25m). Di atas tanah ini juga dibangun sebuah bangunan untuk TK Aisiyah 2. Dana pembangunan bersumber PP Muhammadiyah sebesar Rp 25.000.000, sumbangan Bupati Buton berupa 40 Zak semen dan partisipasi warga muhammadiyah setempat.

Pembangunan Mesjid Da’watul Haq dan gedung TK Aisiyah 2¬† ini diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buton dengan menujuk panitia kecil yaitu Abdul Gani Ali sebagai ketua, Subair sebagai sekretaris dan H. Edy Agusalim sebagai bendahara.

Sejak selesai dibangun pemanfaatan mesjid ini diserahakn ke masyarakat namun penyelenggaraan manajemennya dikelola oleh Angkatan Muda Muhammadiyah, sementara TK Aisiyah 2 dikelola oleh Ibu Sia Kaluku dan 2 orang tenaga pendidik bantuan dari pemerintah Kota Bau-Bau. Sejak tahun 2003 pengelolaan mesjid ditangani oleh Drs. A.M. Sayhir Baso, S.H., M.H. (Rekor Universitas Muhammadiyah Buton) dan kawan-kawan sejak itu pula saya jarang lagi mengunjungi mesjid itu.

Sementara Gedung TK Aisiyah 2 telah berubah fungsi menjadi tempat tinggal keluarga dan terpaksa TK itu dipindahkan

Gedung TK Bustanul Athfal Aisiyah 2 yang telah berubah fungsi menjadi tempat tinggal keluarga.

ke Kelurahan Bukit Wolio Indah. Kahadiran TK Aisiyah 2 di Kelurahan Bukit Wolio Indah tidak bertahan lama karena sarana dan prasarananya tidak memadai dan sebelumnya di lingkungan itu sudah ada TK Abdi Praja dengan kualitas sarana yang lebih memadai, lagipula anak usia TK diwilayah itu tiap tahun rata-rata hanya mencapai 25 orang dengan kata lain tidak pantas ada lagi tambahan lembaga TK baru, akhirnya TK Aisiyah 2 sementara ini tidak beroperasi lagi dan guru yang ada ditarik kembali oleh Pemerintah Kota Bau-Bau.

Sesungguhnya keberadaan gedung TK Aisiyah 2 berdekatan dengan mesjid itu sangat tepat, apalagi di sekitar itu banyak anak usia TK yang memerlukan pendidikan, lagipula di sekitar itu belum ada lembaga TK, kita hanya bisa berharap Semoga TK Aisiyah 2 bisa beroperasi kembali namun semuanya tergantung dari kebijakan, kesungguhan dan motivasi dari pimpinan Muhammadiyah.

Subair.


%d blogger menyukai ini: