Proses perubahan dari UNISBU menjadi Unmuh Buton

Pada tanggal 10 November 1999 Bada Pendiri Yayasan menggelar Rapat untuk mendengarkan Lapora Pengurus Yayasan dan Laporan Pimpinan Universitas. Rapat ini dihadiri oleh (1) Subair (Sekretaris Badan Pendiri), Abdul Rifai (Wakil Rektor), Nuki Basir L. (Badan Pendiri), Sabaruddin (Badan Pendiri), A.M. Syahir Baso (Ketua Badan Pendiri), Kamaruddin (Badan Pendiri), Syarifuddin Bone (Pengurus Yayasan), Muchlis (Badan Pendiri) dan Mahmud Bunarfa (Badan Pendiri).

1. Laporan Pengurus Yayasan ( Drs. H. Syarifuddin Bone, S.H. )
a. Rapat dilingkungan pengurus Yayasan belum dilaksanakan.
b. Melaporkan langka-langka yang telah dilakukan pengurus :
– Mengurus Pembangunan Kampus.
– Membuka Rekening di Bank Danamon
– Meminta Penjelasan keuangan dari Rektorat.
– Rencana pengadaan tanah untuk kampus.
c. Yayasan segera meminta buku Bank Danamon untuk mengklarifikasi jumlah dana pembamgunan.
d. Mengenai tanah dari Pemeritah Daerah belum ada kepastian.

2. Laporan Wakil Rektor ( Drs. Abdul Rifai, MBA )
a. Mengajukan saran kepada pengurus yayasan untuk segera mengadakan tanah untuk persiapan kampus.
b. Meminta referensi Bank untuk kelengkapan usulan
c. Rencana Pembukaan PGSD pada FKIP
d. Dosen S2 untuk program studi yang ada ssudah disiapkan
e. Program Studi PGSD di FKIP tidak memerlukan Dosen S2.
f. Gaji Dosen dan Karyawan disetujui oleh Yayasan
g. Penerimaan Dosen tetap dibuka asalkan tidak menuntut gaji.
h. Penerimaan karyawan tahun ini tidak ada lagi.
i. Penerimaan dosen dan karyawan dilakukan sesuai mekanisme untuk menghidari hubungan keluarga agar tidak terjadi kolusi dan fitnah.
j. Laporan harus terkirim bulan desember 1999.
k.Gaji dan Tunjangan jabatan ditetapkan dengan memperhatikan asas-asas kelayakan tetapi bila yayasan mempertimbangkan lain maka ditunda dulu.
l. Peminjaman gedung/tanah dibatasi 20 tahun sudah menjadi pemilik tanah.
m. Agar Yayasan segera menerbitkan Surat Keputusan Penetapan Rektor, Pembantu Rektor, Dosen Tetap dan Karyawan.
n. Yang berqangkat ke Ujung Pandang (Kopertis Wilayah IX) adalah Ketua Yayasan dan Rektor.
o. Yang berangkat ke Jakarta akan ditentukan kemudian.

Dari Laporan Pengurus Yayasan dan Rektorat tersebut di atas diketahui bahwa masih banyak kekurangan yang perlu dilengkapi segera. Untuk itu Dewan Pendiri mengaharpakan agar Yayasan dan Rektorat melakukan Pertemuan-pertemuan di lingkungannya masing-masing untuk mengambil prakarsa sesuai kewenangannya untuk kesempurnaan Universitas sebagaimana layaknya sebuah Perguruan Tinggi di lingkungan Muhammadiyah.

Tindak lanjut dari rapat ini adalah :
1. Rektorat mengadakan Rapat Senat pada hari Selasa 16 November 1999 bertempat di Kampus UNISBU Jalan Jenderal Sudirman No. 45 Bau-Bau dengan agenda Rapat sebagai berikut :
a. Pembukaan
b. Pengesahan Anggota Senat
c. Pemilihan Sekretaris Senat UNISBU
d. Pembetukan Komisi-Komisi sesuai dengan Tugas Pokok Senat Universitas.
e. Lain-lain
f. Penutup

2. Pengurus Yayasan mengadakan Rapat Pengurus pada hari Sabtu 27 November 1999 bertempat di SMP Muhammadiyah Bau-Bau Jalan Jenderal Sudirman Bau-Bau dengan agenda Rapat sebagai berikut :
a. Pembukaan
b. Prakata Ketua Yayasan UNISBU
c. Laporan Pihak Rektorat/Wakil Rektor
d. Sumbang saran
e. Lain-lain
f. Penutup.

Pada tanggal 3 Desember 1999 Badan Pendiri UNISBU kembali melaksanakan rapat koordinasi untuk mendengarkan Laporan Pengurus Yayasan dan Rektor UNISBU. Rapat ini dihadiri oleh seluruh Anggota Badan Pendiri antara lain yang bertanda tangan di daftar hadir adalah (1) Nuki Basir L., (2) Basuki, (3) Agus Suherman, (4) Mahmud Bunarfa, (5) Kamaruddin, (6) Muis Sat Iman, (7) Syarifuddin Bone, (8) Subair, dan (9) A.M. Syahir Baso.
Pada rapat ini diputuskan kesepakatan bersama sebagai berikut :

1. Universitas Islam Buton berubah nama menjadi Universitas Muhammadiyah Buton (UNISBU berubah menjadi UMB).
2. Seluruh asset Yayasan akan diserahkan kepada BPH setelah BPH terbentuk.
3. Segala hak, kewajiban, dan tanggung jawab Yayasan akan diserahkan kepada BPH dalam waktu yang sesingkat-singkatnya setelah BPH terbentuk.
4. Ditugaskan kepada Dewan Pengurus Yayasan UNISBU untuk mengurus asset-aset Yayasan dan melaporkan kepada Badan Pendiri untuk selanjutnya diserahkan ke BPH Universitas Muhammadiyah Buton.
Hasil kesepakatan ini ditanda tangani oleh A.M. Syahir Baso dan Subair, S.IP masing-masing selaku Ketua dan Sekretaris Badan Pendiri UNISBU.

Niat mendirikan perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah Buton yang diwujudkan pada rapat pertama antara Subair, S.IP dan Drs. Mahmud Bunarfa (masing-masing selaku Wakil Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buton) dengan Drs. Abdul Rifai, MBA (selaku pakar pendidikan di lingkungan Muhammadiyah) dengan perjanjian yang disepakati pada waktu itu bahwa Subair dan Mahmud Bunarfa (pihak PDM Buton) mempersiapkan asset dan biaya, Abdul Rifai mempersiapkan skill.

Pada rapat itu Abdul Rifai menjelaskan bahwa sesungguhnya prakarsa mendirikan perguruan tinggi dilingkungan Muhammadiyah harus dilakukan oleh Pimpinan Wilayah atau Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan tetapi Pimpinan Daerah dapat saja mendirikan Perguruan Tinggi Milik Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buton dengan terlebih dahulu mendirikan Yayasan sebagai wadah kegiatan sambil menunggu dibolehkannya PDM mendirikan Perguruan Tinggi kemudian Yayasan dibubarkan dan Perguruan tinnggi yang berdiri diserahkan ke Muhammadiyah.

Sayangnya … kesepakatan itu ditindak lanjuti secara sepihak oleh Abdul Rifai dengan membawa gagasan itu ke A.M.Syahir Baso dan membuat Akte Notaris atas nama mereka dengan visi yang bertentangan dengan semangat pada rapat pertama yang bermaksud mendirikan Perguruan Tinggi milik Muhammadiyah.

Walaupun hasil pekerjaan Abudul Rifai dan A.M. Syahir Baso itu distujui oleh Drs. H. Syarifudinn Bone, S.H. (Ketua PDM Buton), tetapi tetap ditentang oleh Anggota PDM lain samapi betul-betul Akte Notaris itu diganti/diadakan perubahan yang menunjukkan bahwa UNISBU adalah milik Muhammadiyah, baru kemudian anggota PDM lainnya melibatkan diri dalam kegiatan mendirikan UNISBU. Dan atas dasar perubahan itulah kami semua bersama-sama melaksanakan kerja-kerja dengan ikhlas hingga sekarang ini.

Berdasrkan hasil kesepakatan pada rapat tanggal 3 Desember 1999 tersebut di atas tidak serta-merta legalitas Universitas sebagai milik Muhammadiyah selesai. Muhammadiyah sesungguhnya adalah sebuah Yayasan besar milik umat. Dibawah naungannya berdiri ribuan amal-usaha yang bertebaran mulai dari tingkat pusat sampai tingkat ranting, semuanya bediri atas prakarsa anggota seperti halnya UNISBU yang pendiriannya diprakarsai oleh anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buton. Tidak ada yayasan di dalam yayasan maka Yayasan Unisbu harus dibubarkan dan Universitas Muhammadiyah Buton kembali bernaung dibawah Yayasan Muhammadiyah.

Bedirinya amal usaha di lingkungan Muhammadiyah tidak mengenal Badan Pendiri yang ada adalah Badan Pemerakarsa, dengan demikian maka semua anggota yang terlibat dalam pendirian UNISBU yang kemudian telah berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) adalah pemerakarsa pendirian amal usaha itu.

Berdasarkan pemikiran itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buton mengadakan Rapat pada tanggal 16 Pebruari 2000, mengambil jalan terbaik, mengiventarisir anggota PDM yang terlibat aktif pada proses-proses sejak berdirinya UNISBU sampai terakhir berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) untuk ditetapkan sebagai pemerakarsa berdirinya universitas itu. Maka keluarlah Surat Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buton Nomor 003/SK-PDM/III.B/1.a/2000 tanggal 17 Pebruari 2000 M / 12 Dzulqa’dah 1421 M Tentang Penetapan dan Pengangkatan Badan Pemerakarsa Pendirian Universitas Muhammadiyah Buton dengan komposisi personalia sebagai berikut :

Ketua : Drs. Andi Muhammad Syahir Baso, S.H.
Wakil Ketua I : Drs. H. Syarifuddin Bone, S.H.
Wakil Ketua II : Subair, S.IP
Sekretaris : Drs. R. Abdul Rifai, Bc.HK, MBA.
Wakil Sekretaris I : Drs. Mahmud Bunarfa.
Wakil Sekretaris II : Ir. Agus Suherman.
Bendahara I : H. Edy Agusalim
Bendahara II : Nuki Basir La Ewu, BA.
Anggota : 1. Kamaruddin, S.H.
2. Drs. Muchlis.
3. Drs. Sabaruddin.
4. Drs. Basuki
5. Drs. Muis Sad Iman, M.Ag.

Dalam Keputusan itu dinyatakan bahwa Bada ini bertugas untuk merencanakan, merumuskan Statuta dan Rencana Induk Pengembangan serta membuat kelengkapan Administrasi lainnya yang berhubungan dengan pendirian Universitas Muhammadiyah Buton. Dalam Keputusan itu juga dinyatakan bahwa Biaya akibat Surat Keputusan ini dibebankan kepada Keuangan Yayasan Universitas Islam Buton.

Surat Keputusan Penetapan dan Pengangkatan Badan Pemerakarsa Pendirian Universitas Muhammadiyah Buton ditanda tangani oleh Drs. H. Syarifuddin Bone, S.H. dan Drs. Basuki masing-masing sebagai Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buton Periode 1995 / 2000.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: