Santunan Anak Yatim-Piatu Muhammadiyah Buton

Sejak terbentuknya PDM Kota Bau-Bau dan keberadaan PDM Kabupaten Buton tidak lagi melaksanakan aktivitas di Kota Bau-Bau, keberadaan lembaga ini tidak terdengar lagi. Saya menulis tentang lembaga ini karena masih ada jejak yang memerlukan perhatian Muhammadiyah, bukan cuma itu masih banyak wargan miskin yang perlu disantuni.

Tanah lokasi yang dibeli oleh PDM Buton untuk persiapan pembangunan Gedung Panti Asuhan Muhammadiyah Buton terletak di Kelurahan Wangkanapi Kecamatan Wolio tidak jauh dari Mesjid Da'watul Haq Muhammadiyah Bau-Bau

Lembaga Santunan Anak Yatim-Piatu Muhammadiyah Buton berdiri pada periode kepengurusan 1991-1995. Oleh Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buton pada periode itu bercita-cita untuk membangun Gedung Panti Asuhan Muhammadiyah. Didorong oleh semangat pengabdian dan cita-cita itu, mengadakan kerjasama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial dan mulai menyantuni sebanyak 8 orang anak yantim dan anak piatu. Dalam perjalanan dari tahun ke tahun pada periode itu, lembaga ini semakin mendapat perhatian masyarakat sehingga pada tahun 1993 dapat membeli tanah kintal di Kelurahan Wangkanapi Kecamatan Wolio Kota Bau-Bau berukuran kurang-lebih 500 meter persegi untuk lokasi rencana pendirian Gedung Panti Asuhan.

Pengelolaan kegiatan ini dilaksanakan oleh Panitia dari majelis PKS PDM Buton yaitu Ketua : Abdul Gani Ali, Sekretaris : Drs. Muchlis dan Bendahara : H. Edy Agusalim bersama kawan-kawan di PDM Buton, pada mereka inilah informasi tentang keberadaan lembaga dan asetnya dapat dipertanyakan.

Kegiatan pembinaan Anak Yatim Piatu pada waktu itu diselenggarakan di rumahnya Bapak Drs. Mchlis dan beliau

Tanah milik Muhammadiyah Wakaf dari H. Husein sementara ditempati oleh salah seorang alumni yang sudah mandiri

sendiri yang memimpin kegiatan pembinaan tentu dibantu oleh anggota PDM lainnya. Kegiatan pembinaan dan santunan dilakukan dengan baik dan teratur sehingga mendapat simpatik dari masyarkat sekitar. Para alumni yang dibina dan disantuni kini beranjak dewasa semua telah menamatkan pedidikan SLTA bahkan sudah ada yang mencapai sarjana dan sudah ada pula yang berkeluarga.

Anggota dan pengurus PDM Buton yang mengurus kegiatan ini menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada para donatur dari PP Muhammadiyah, donatur lokal dan mereka yang perduli dengan kegiatan ini. Masih banyak anak-anak miskin dan kurang beruntung yang memerlukan uluran tangan dan bantuan kita, kenapa kegiatan seperti ini harus berhenti? Ayo PDM Bau-Bau bangkit dan himpun mereka agar mereka tidak jatuh menjual diri dan agamanya hanya karena kemiskinan.

Subair.

Tag: , , , , ,

3 Tanggapan to “Santunan Anak Yatim-Piatu Muhammadiyah Buton”

  1. Wa Ode Indryah wwy Says:

    Nama : Wa Ode Indryah WWY
    NPM : 101002144
    Kelas : A

    Menyantuni anak yatim merupakan suatu hal yang sangat bermanfaat bagi kita yang mampu karena rezeki yang kita dapat sebagian merupakan hak anak yatim dan fakir miskin.Sedekah yang dikeluarkan, baik banyak maupun sedikit akan mendapatkan ganjaran mulia baik ketika di dunia lebih-lebih di akhirat. Diantara manfaatnya di dunia.Pertama, Membersihkan harta. Rasul bersabda, “Lindungi harta kamu dengan zakat, obati sakitmu dengan sedekah, dan hadapi gelombang hidup dengan tawadhu kepada Allah dan doa.“ (Al Baihaqi). Kedua, Membersihkan-badan.“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka“ (Taubah 103).
    Rasul bersabda, “Sedekah secara diam-diam dapat meredam murka Rabb.“ Imam Zainal Abidin RA berkata, “Sedekah di malam hari akan memadamkan murka Rabb.“ Adi bin Hatim RA, ia berkata, ‘Aku mendengar Nabi SAW bersabda “Barang siapa diantara kalian mampu berlindung dari neraka walau hanya dengan separoh kurma, maka hendaklah ia melakukannya (bersedekah)“ (HR. Muslim). Rasul SAW berpesan pada kaum wanita, “Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah beristighfar karena aku melihat kalian adalah yang paling banyak menghuni neraka“ (HR.Bukhari dan Muslim).
    Kita sebagai umat Islam hendaklah saling menolong dan pendirian panti asuhan harus kita dukung bersama karena dari kebersamaan tersebut terlihat bahwa kita merupakan umat yang kuat dalam persatuan

    • subair Says:

      Itulah sebabnya KHA. Dahlan dalam mengajarkan Surat Al-Ma’un kepada murid-muridnya tidak akan berpindah ke pokok bahasan lain sebelum mereka menguasai bacaan, memahami makna dan kandungannya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    • subair Says:

      Demikian mulianya menyantuni anak yatim piatu, namun selama dua periode kepengurusan PDM Kota Baubau lembaga santunan ini terabaikan. Semoga pada periode PD Muhammadiyah saat ini akan bangkit kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: